WUJUDKAN SINERGI

BERUSAHA MENGERTI LEBIH DAHULU, BARU DIMENGERTI
May 13, 2020
ASAHLAH GERGAJI
May 13, 2020

Salah satu hasil upaya manusia yang paling tinggi adalah mewujudkan sinergi. Sinergi sendiri berarti keseluruhan lebih besar dari penjumlahan tiap bagian. Efisiensi meningkat karena satu ditambah satu bisa menjadi tiga, lima, atau bahkan lebih. Hal ini dapat terjadi karena inti sinergi adalah menyadari perbedaan dan menyatukannya untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Upaya mewujudkan sinergi memerlukan kombinasi dari kebiasaan-kebiasaan yang sudah dibangun sebelumnya, secara khusus dalam kebiasaan “Berpikir Menang-Menang” dan “Berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti”. Dengan berusaha mengerti terlebih dahulu, posisi defensif pihak yang terlibat pelan-pelan diubah menjadi lebih terbuka; sedangkan melalui pola berpikir Menang-Menang, pihak lain menyadari bahwa Anda bukan hanya memedulikan kepentingan sendiri, namun dengan tulus berusaha memahami keresahan dan kepentingan mereka.

Terdapat beberapa poin penting untuk mewujudkan sinergi:

  1. Melihat sebagai Rekan

    Yang pertama adalah perubahan paradigma. Pihak lain perlu dilihat bukan sebagai oposisi, melainkan sebagai rekan yang tengah bersama-sama berusaha memahami inti permasalahan dan menciptakan alternatif solusi yang lebih baik.

  1. Menciptakan Komunikasi Sinergis

    Komunikasi sinergis yang didasari kepercayaan dan keinginan bekerja sama. Keduanya diperlukan untuk menumbuhkan rasa aman agar setiap pihak dapat terbuka membagikan dan mendiskusikan ide dan pendapat. Di sinilah kebiasaan ‘Berpikir Menang-Menang’ dan ‘Berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti’ berperan.

  1. Memanfaatkan Perbedaan

    Perbedaan-perbedaan yang muncul pada saat berdiskusi perlu dihargai. Perbedaan menjadi titik awal untuk mencari alternatif ketiga atau sebuah solusi yang lebih baik. Sinergi terwujud berkat adanya kreativitas dan keterbukaan dalam menanggapi perbedaan.

 

 

Referensi:
Covey, S. R. (2015). 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. (R. A. Djanuar, Ed., I. Rosalina, & R. A. Djanuar, Trans.) Jakarta: Dunamis Intra Sarana.