MENCIPTAKAN PUSAT EMPLOYEE EXPERIENCE

KISAH TIADA BERUJUNG: MEMELIHARA EMPLOYEE EXPERIENCE
May 13, 2020
SUASANA DAN RASA DI TEMPAT KERJA
May 13, 2020

Saat dunia kerja mengalami evolusi dan menuntut perubahan, lingkungan fisik di mana pekerjaan dilakukan pun dituntut untuk berubah. Jacob Morgan menemukan bahwa sepertiga dari employee experience ditentukan oleh lingkungan fisik tempat karyawan bekerja. Sayangnya, studi berjudul “The Privacy Crisis” yang diterbitkan perusahaan furnitur Steelcase, menemukan bahwa hampir 90% karyawan tidak puas dengan lingkungan kerja mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan perlu lebih memerhatikan lingkungan fisik mereka.

Morgan menjelaskan bahwa lingkungan fisik perlu dilihat sebagai pusat employee experience dan bukan sekedar titik berkumpul saja. “Ruang” yang sepenuhnya dalam kendali perusahaan merupakan kesempatan yang sangat baik untuk membentuk employee experience. Dalam bukunya, Jacob Morgan membahas karakteristik yang harus diperhatikan perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja fisik yang berdampak positif pada employee experience. Karakteristik-karakteristik itu kemudian disingkat menjadi COOL.

  • Chooses to bring in friends or visitors (Memilih untuk membawa teman atau pengunjung)

    Jacob Morgan menyarankan perusahaan untuk mengizinkan karyawan mengundang teman atau keluarga untuk berkunjung ke tempat kerja. Jika karyawan memilih mengajak orang lain untuk berkunjung, berarti karyawan bangga dan bersemangat dengan pekerjaannya. Membuka kesempatan kunjungan juga dapat menjadi strategi rekrutmen yang baik jika perusahaan Anda memang menarik dan menginspirasi.

  • Offers flexibility (Menawarkan fleksibilitas kerja)

    Dalam survei pada 10.000 karyawan tetap yang dilakukan Ernst & Young (EY), ditemukan bahwa fleksibilitas merupakan hal yang paling diinginkan setelah bayaran yang kompetitif. Upaya perusahaan memberikan fleksibilitas menunjukkan komitmen perusahaan untuk memudahkan hidup karyawan. Saat memperkenalkan workplace flexibility program, perlu ada arahan dan pelatihan tentang batasan dan cara karyawan memanfaatkan flexibility program.

 

  • Organization’s values are reflected (Mencerminkan nilai-nilai perusahaan)

    Saat Anda berjalan memasuki rumah seseorang, Anda semakin mengenal seperti apakah kepribadian pemiliknya. Saat Anda berjalan memasuki sebuah perusahaan, Anda semakin mengenal seperti apakah nilai-nilai perusahaan tersebut. Sungguh-sungguh mencerminkan nilai dalam lingkungan fisik menunjukkan kejujuran dan integritas perusahaan. Representasi fisik menjadi pertanda komitmen pada nilai-nilai yang tertulis dan bukan sekedar lip service. Ambil waktu berjalan mengelilingi tempat kerja dan catat apakah nilai perusahaan sudah tercerminkan lewat lingkungan fisiknya.

  • Leverages multiple workspace options (Memanfaatkan pilihan tempat untuk bekerja)

    Rumah dirancang dengan memerhatikan fungsi. Setiap ruangan memiliki tujuan yang spesifik. Desain lingkungan fisik tempat kerja pun perlu mengikuti pola pikir ini. Hal ini dilakukan dengan memahami bagaimana pola kerja dan berbagai aktivitas karyawan, baik dengan observasi atau meminta feedback. Pilihan ruang yang tepat sesuai aktivitas memampukan karyawan memberikan hasil kerja yang lebih baik.

 

 

Referensi:
Morgan, J. (2017). The employee experience advantage: How to win the war for talent by giving employees the workspaces they want, the tools they need, and a culture they can celebrate. New Jersey: John Wiley & Sons.