WAWANCARA KERJA YANG OPTIMAL DENGAN METODE STAR

KENALI SERTA KELOLA KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DIRI ANDA
Juli 23, 2018
4 LEVEL MODEL EVALUASI TRAINING KIRKPATRICK
Juli 30, 2018

Merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi sebuah perusahaan untuk menentukan kompetensi seorang calon pegawai; teknik wawancara pekerjaan yang tepat sangatlah krusial untuk memastikan kandidat tersebut memang layak untuk diterima bekerja di perusahaan Anda. Untuk meminimalisir risiko memilih orang yang salah, perusahaan Anda bisa mencoba menggunakan metode wawancara STAR, yang merupakan kepanjangan dari Situation (Situasi), Task (Tugas atau Pekerjaan), Action (Tindakan), dan Result (Hasil)!

Metode wawancara STAR adalah metode untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan yang mendeskripsikan pekerjaan apa saja yang sudah kandidat tersebut lakukan di masa lampau, atau lebih tepatnya bagaimana mereka bereaksi terhadap situasi-situasi tertentu dalam sebuah pekerjaan. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering dilontarkan karena pengalaman di masa lampau dapat menunjukkan apakah mereka akan cocok di pekerjaan tersebut. Akronim dalam kata STAR itu sendiri adalah poin-poin kunci yang bisa mengoptimalkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda gunakan untuk mengaplikasikan metode STAR dalam menyusun sebuah wawancara pekerjaan:

Situation: Perusahaan bisa meminta kandidat untuk mendeskripsikan sebuah situasi di mana mereka mengalami tantangan-tantangan dalam pekerjaan mereka sebelumnya. Selain berasal dari pengalaman pekerjaan sebelumnya, situasi-situasi tersebut juga bisa berasal dari pengalaman pekerjaan sukarela, atau bahkan acara di luar pekerjaan yang masih berhubungan. Semakin detil deskripsi yang diberikan, semakin baik.

Contoh pertanyaan: Ceritakan pengalaman anda ketika diminta memimpin sebuah proyek!

 

Task: Setelah itu, kandidat diminta mendeskripsikan apa yang menjadi pekerjaan dan tanggung jawab mereka dalam situasi tersebut.

Contoh pertanyaan: Apa tugas dan tanggung jawab Anda?

 

Action: Lalu, mintalah kandidat untuk mendeskripsikan bagaimana mereka mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan atau tanggung jawab tersebut. Ini akan membantu perusahaan mencari tahu apa peran individu tersebut dalam pekerjaan atau perusahaan sebelumnya.

Contoh pertanyaan: Apa yang Anda lakukan untuk menyelesaikan tugas tersebut?

 

Result: Kemudian, mereka juga mendeskripsikan hasil apa yang mereka capai dari usaha tersebut. Mereka bisa menjelaskan data-data pencapaian, sehingga perusahaan mengetahui bagaimana perkembangan mereka.

Contoh pertanyaan: Bagaimana hasilnya?

 

Sebagai follow-up dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, setiap jawaban kandidat dapat digali lebih dalam (probing) dengan menggunakan kata tanya “apa” atau “bagaimana” (“Bagaimana situasinya pada saat itu?”) untuk mendorong kandidat menjelaskan dengan lebih detil; “apakah” untuk mendorong sebuah refleksi pribadi atas tindakan yang diambil (“Apakah Anda akan mengambil tindakan berbeda, jika diberi kesempatan?”); dan “mengapa” agar situasi atau tindakan yang mereka sebutkan dapat dideskripsikan dengan lebih mendalam (“Mengapa Anda melakukannya?”). Dengan demikian, jika dimaksimalkan, perusahaan mendapatkan informasi yang utuh karena para kandidat harus mendeskripsikan setiap poinnya dengan detil.