REKRUTER: AGEN MASA DEPAN

PERFORMANCE MANAGEMENT MASA KINI
September 8, 2017
TALENT MANAGEMENT 2020
September 19, 2017

SELAMAT DATANG DI MASA DEPAN

Dalam beberapa tahun ke depan, proses rekrutmen semakin menjadi isu strategis, terlebih bagi perusahaan yang lambat bahkan tidak mampu beradaptasi dengan perubahan jaman. Penyebab perubahan paling signifikan di dalam proses rekrutmen adalah adanya::

  1. Teknologi Baru Dalam Rekrutmen
    1. Semakin banyak HR Software Platforms
      Sistem integrasi smartphone, software applicant tracking system, online learning, and media sosial akan menjadi sebuah alat yang biasa dipakai sehari-hari
    2. Semakin sedikit kertas
      Semakin banyak platform HR Software yang canggih dan proses rekrutmen yang otomatis, rekruter akan meluangkan lebih sedikit waktu untuk menyelesaikan proses administrasi
    3. Media sosial berperan semakin besar
      Banyak kandidat muda yang sudah tidak tertarik mengikuti proses rekrutmen dengan cara lama dan memilih bekerja di perusahaan yang memiliki keberadaan kuat di media sosial.
  1. Gaya Baru Kandidat: Mobile Recruitment
    Menurut Linkedin’s Mobile Recruiting Playbook, 72% dari kandidat aktif mengunjungi mobile site perusahaan untuk mempelajari tentang kesempatan karir dan 45% diantaranya sudah melamar pekerjaan secara mobile. (A Min, 2016)

REKRUTER SEBAGAI AGEN MASA DEPAN

Semakin berkembangnya teknologi dan meningkatnya harapan talents memberikan tekanan kepada para eksekutif di perusahaan untuk berkembang ke level akselerasi. Lebih dari 56% para CEO perusahaan setuju bahwa proses rekrutmen dan retention adalah fokus utama, namun hanya 12% yang percaya bahwa organisasi mereka sudah memiliki strategi rekrutmen yang efektif (Clark, 2017). Cara berbeda yang dapat dilakukan oleh rekruter untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi adalah dengan:

  1. Go Digital
    Bentuk proses rekrutment berdasarkan penerapan teknologi adalah:

    1. Social Media
      Perusahaan dapat mempercepat waktu perekrutan, melakukan cross check data, dan sebagai media promosi lowongan pekerjaan (Sleek, 2016). Contoh: Linkedin, Facebook, bahkan Instagram dapat membantu perusahaan mendeteksi talent.
    2. Gamification
      Gamification adalah sebuah metode menerapkan konsep permainan (game) terhadap proses lain yang berbeda. Contoh: Google menerapkan Google Code Jam, sebuah kompetisi software-writing yang memberikan hadiah $50,000 untuk pemenang, tetapi hadiah yang sebenarnya adalah Google akan merekrut siapapun yang memenangkan kontes game tersebut.
    3. Software ATS (Applicant Tracking System)
      ATS adalah software aplikasi dimana perusahaan dapat mengontrol seluruh kegiatan rekrutmen, dari tahap seleksi, pengaturan jadwal interview, hingga proses offering secara digital. Contoh: workable, recruiterbox, Urbanhire.
  1. Interactive Interviews
    Rekruter perlu mengembangkan proses rekrutmen menjadi proses yang cepat dan tidak membosankan, terutama untuk generasi kandidat saat ini yang terbiasa mobile (Miller-Meller, 2016):

    1. Proses interview yang dinamis
    2. Mengurangi proses yang formal
    3. Menanyakan pertanyaan yang tepat

    Saat ini rekruter juga dapat menggunakan software untuk interview, seperti CBS Interactive Interviews (Glassdoor, 2017) yang dapat diunduh sebagai aplikasi android.

  1. New Skill Sets
    Rekruter perlu rutin mengidentifikasi new skill sets yang dapat menegaskan kualitas SDM yang dibutuhkan dalam mengembangkan perusahaan dan karir karyawan itu sendiri di masa yang akan datang (GMAC, 2016). Misal: Entrepreneurship skills saat ini dapat digunakan oleh talents atau manajemen senior untuk mengembangkan produk; Creativity menjadi salah satu skill karyawan yang utama di dalam konsep manufacturing 4.0, karena robot dan teknologi lain dapat membantu bekerja lebih cepat, namun tidak dapat berpikir kreatif seperti manusia. (Gray, 2016)
  1. Headhunters
    Saat ini proses headhunting pun bergeser ke arah digital, yaitu menggunakan platform dan penerapan teknologi terbaru untuk semakin mendekatkan diri dengan klien perusahaan dan kandidat.

Teknologi yang semakin baik sebenarnya dapat semakin membantu menganalisa dan memastikan hasil dari proses rekrutmen atau yang disebut dengan Predictive Recruitment Analytics. Disinilah para rekruter dapat berperan menjadi agen masa depan dengan membantu perusahaan beradaptasi dan menjaga keberlangsungan perusahaan dengan menerapkan strategi rekrutmen yang lebih modern dan efektif.