PERAN COACH YANG EFEKTIF DALAM ORGANISASI

CARA MEMERIKSA REFERENSI PELAMAR DENGAN MAKSIMAL
November 21, 2019
TANTANGAN DALAM MEMBENTUK BUDAYA PERUSAHAAN
November 28, 2019

Memimpin dan melatih seluruh anggota organisasi dapat menjadi upaya yang melelahkan. Seorang coach yang baik tidak mengajarkan atau menginstruksikan sesuatu, tidak juga memberikan saran atau solusi bagi coachee-nya (coachee = orang yang di coaching). Namun, mereka tetap mampu membantu coachee untuk belajar dan bertumbuh melalui pertanyaan. Pertanyaan dapat memicu kesadaran diri dan memprovokasi suatu tindakan kreatif. Coach bukan hanya memahami mengenai langkah-langkah penerapan coaching saja, namun coach juga perlu berperilaku positif yang dapat meningkatkan efektivitas proses coaching yang diberikan.

Berikut beberapa peran coach yang efektif bagi organisasi:

  1. Berikan umpan balik rutin kepada karyawan

    Secara sengaja sisihkan waktu untuk memberikan umpan balik pada kinerja karyawan. Karyawan ingin tahu bagaimana kinerja mereka dilihat dan apa yang perlu mereka tingkatkan. Pertimbangkan untuk menetapkan pengingat di kalender Anda agar secara konsisten memberikan umpan balik kepada setiap karyawan.

  1. Buat budaya umpan balik dalam tim

    Karyawan perlu didorong untuk memberikan umpan balik satu dengan yang lain dan juga kepada atasan mereka. Ini dapat membangun engagement serta kolaborasi tim dengan memberikan suara bagi semua orang.

  1. Dorong karyawan sampai batas kemampuannya

    Karyawan yang bosan jauh lebih mungkin untuk melepaskan diri. Jadi, mereka perlu ditantang untuk terus berkembang. Identifikasi pengalaman dan keahlian masing-masing karyawan serta mintalah mereka mengambil tugas baru yang membantu mereka untuk mengembangkan potensi.

  1. Terbuka untuk ide-ide karyawan

    Mendengarkan adalah bagian penting dari pembinaan karyawan. Ini akan membuka Anda ke berbagai konsep yang belum pernah Anda pikirkan sebelumnya dan membuat karyawan merasa didengar. Ketika mereka merasa pendapat mereka dihormati dan dihargai, maka mereka jauh lebih mungkin terlibat dan termotivasi untuk bekerja keras.

  1. Dorong karyawan untuk belajar dari orang lain

    Tidak ada dua karyawan yang persis sama. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda dan memiliki kepribadian, kekuatan, dan kelemahan yang berbeda-beda. Mintalah mereka berinteraksi sesering mungkin sehingga mereka saling mengajarkan keterampilan atau pendekatan baru.

  1. Tanyakan pendapat karyawan

    Karyawan bukan satu-satunya yang dapat saling belajar, coach juga bisa. Tetap berpikiran terbuka selama percakapan agar mendapatkan ide baru. Sekali lagi, hanya meminta umpan balik akan menciptakan percakapan terbuka dan memberikan tanggapan kepada karyawan, membuat tempat kerja terasa demokratis dan bukan diktator.

  1. Bangun kepercayaan diri

    Saat Anda melatih karyawan dan memberikan umpan balik, Anda sangat perlu menanamkan kepercayaan diri pada mereka. Cari peluang untuk mengenali karyawan dan akui kontribusinya sehingga mereka dapat meningkatkan kepercayaan diri dan sukses dalam pekerjaan.

  1. Jangan melakukan pekerjaan karyawan

    Ketika melihat tugas sedang berjalan lambat atau menuju ke arah yang salah, Anda mungkin tergoda untuk menyelesaikannya sendiri. Ini bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi coachee perlu belajar melalui praktik. Ajari mereka cara menangani situasi dengan menawarkan bimbingan langsung.

  1. Menoleransi kegagalan sesekali

    Jangan menerima kegagalan coachee secara terus-menerus karena ini dapat menurunkan standar kinerja. Pada saat yang sama, jangan hancurkan karyawan karena kesalahan mereka. Mintalah mereka menjelaskan apa yang salah dan bagaimana mereka dapat melakukan lebih baik lagi ke depannya.

  1. Tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu tim

    Coach yang baik tidak hanya melempar pemain ke kompetisi dan berkata, “Cari tahu.” Mereka secara aktif mendorong dan mencari solusi untuk membantu coachee agar berhasil. Biarkan karyawan tahu bahwa mereka dapat mendatangi Anda dengan pertanyaan atau masalah dan Anda juga siap membantu mereka.

 

Referensi:
https://www.quantumworkplace.com/future-of-work/12-rules-for-effective-employee-coaching
https://www.thebalancecareers.com/use-coaching-to-improve-employee-performance-1918083
https://www.entrepreneur.com/article/292877