Mengapa Karyawan Keluar dari Pekerjaan Mereka?

4 Alasan Karyawan Berbakat Tidak Mencapai Potensi Mereka
Juni 24, 2019
APA ITU OKR?
Juli 1, 2019

Pemecatan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah isu yang lazim didengar dalam dunia kerja. Namun yang kini menjadi perbincangan panas adalah banyak karyawan masa kini yang sukarela mengundurkan diri dari pekerjaannya. Berdasarkan hasil riset perusahaan rekrutmen global, Hays, pada awal tahun 2018, 38 persen karyawan di Asia secara aktif mencari pekerjaan baru dan 42 persen karyawan menyatakan terbuka dengan kesempatan kerja baru. Bermula dari kondisi tersebut, Direktur Pelaksana Hays di Asia, Richard Ealey, berpendapat bahwa penting bagi perusahaan untuk mengetahui alasan pengunduran diri karyawan dan mengambil tindakan untuk mempertahankan karyawan tersebut.

 

Berikut adalah 8 alasan mengapa karyawan meninggalkan pekerjaan mereka:

  1. Manajer Senior mereka

    Sering kali karyawan merasa bahwa manajer senior tidak memiliki people skill dan keinginan untuk menjalin hubungan yang baik dengan karyawan. Padahal, karyawan kerap berharap bahwa manajer senior dapat membantu mereka dalam peningkatan kinerja dan karier. Akibatnya, lambat laun karyawan pun akan kehilangan kepercayaan dirinya dalam bekerja serta kepercayaannya terhadap perusahaan. Alhasil, karyawan akan kehilangan semangat dalam bekerja dan berpaling ke perusahaan lain.

  1. Lingkungan

    Memiliki seorang anggota tim yang buruk dapat berakibat fatal bagi seluruh tim. Seorang anggota tim yang buruk dapat menguras emosi dan mental seluruh anggota tim. Alhasil, kinerja tim pun akan menurun drastis. Karena itu, semakin cepat manajemen mengambil tindakan dalam mengatasi anggota tim yang buruk, semakin cepat pula kinerja tim dapat meningkat. Sebaliknya, jika manajemen tidak mengambil tindakan dan hanya menerima saja perilaku buruk seorang anggota tim, hal ini dapat berakibat pada tidak betahnya karyawan lain dengan kinerja baik untuk tetap bekerja di perusahaan.

  1. Otonomi dalam suatu peran

    Kebanyakan orang dipekerjakan berdasarkan kemampuannya dalam melakukan sebuah pekerjaan. Sayangnya, banyak manajer memperlakukan karyawannya dengan sikap otoriter tanpa mau menerima masukan. Hal ini menyebabkan karyawan tidak betah untuk tetap bekerja di perusahaan. Karena itu, jika karyawan terbukti dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, maka seorang manajer seharusnya memberi kesempatan pada karyawan tersebut untuk mulai bekerja secara mandiri.

  1. Tidak ada perkembangan atau tantangan

    Tidak adanya kesempatan untuk berkembang atau memiliki tanggung jawab baru akan membuat karyawan bosan dan kecewa. Sebaliknya, jika karyawan merasa bahwa mereka memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan, maka rasa memiliki dan loyalitas kepada suatu perusahaan pun akan terbentuk. Karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki jenjang karier yang lebih jelas sehingga karyawan dapat memvisualisasikan peluang pengembangan yang akan mereka dapatkan dalam perusahaan.

  1. Kurangnya pengakuan untuk pekerjaan yang baik

    Jika hasil pekerjaan karyawan diakui oleh perusahaan, maka karyawan pun akan memiliki kebanggaan tersendiri. Pengakuan tersebut tidaklah harus berupa penghargaan besar. Sedikit ucapan terima kasih sudah dapat memberi dampak selama disampaikan dengan tulus. Namun, banyak karyawan merasa bahwa hasil kerjanya tidak dihargai oleh perusahaan. Mereka terus bekerja keras untuk memenuhi target mereka, namun usaha mereka terus-menerus diabaikan oleh perusahaan. Akibatnya, loyalitas pun menurun dan karyawan pun akan mencari pekerjaan baru di perusahaan lain.

  1. Kurangnya stabilitas keuangan

    Jika sebuah perusahaan menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka memiliki masalah keuangan dan mengalami restrukturisasi pekerjaan, maka karyawan lebih cenderung untuk berpindah ke perusahaan lain sebelum sesuatu yang buruk terjadi.

  1. Pekerjaan tidak seperti yang diharapkan

    Dalam melakukan wawancara dengan karyawan, perusahaan perlu untuk berbicara sesuai fakta mengenai hal baik dan buruk yang mungkin dialami kandidat terkait pekerjaannya di masa mendatang. Hal ini sangatlah penting agar karyawan dapat mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dalam bekerja. Kenyataannya, sering kali pekerjaan yang diberikan pada karyawan tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya dideskripsikan oleh perusahaan sehingga banyak karyawan merasa kecewa dan mengundurkan diri dari pekerjaannya.

  1. Komunikasi yang buruk

    Karyawan ingin mengetahui apa yang terjadi secara keseluruhan dalam sebuah perusahaan. Namun faktanya, hasil studi Hays terhadap 3.000 perusahaan di Asia membuktikan bahwa terdapat kesenjangan komunikasi antara karyawan dan perusahaan. Karena itu, beri informasi kepada karyawan Anda tentang gambaran keseluruhan terkait apa yang sedang terjadi dalam perusahaan. Hal ini akan membuat karyawan merasa diberikan kepercayaan dan dapat bekerja lebih produktif.

 

Referensi:
https://www.linkedin.com/pulse/why-do-people-leave-jobs-lianne-maskell
https://www.thebalancecareers.com/top-reasons-why-employees-quit-their-job-1918985
https://hbr.org/2018/01/why-people-really-quit-their-jobs
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/14/072800926/terungkap-3-alasan-utama-karyawan-resign-