MENERAPKAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN

MENERAPKAN MANAJEMEN RISIKO DALAM ORGANISASI
Februari 21, 2019
CIA MODEL UNTUK MEMBANGUN INOVASI BERKELANJUTAN DALAM PERUSAHAAN
Februari 28, 2019

Supply Chain Management (SCM) atau Manajemen Rantai Pasokan (MRP) adalah cara mengelola pengadaan pasokan bahan baku, produk, informasi, atau jasa yang dibutuhkan perusahaan dari awal hingga proses akhir yang efektif dan efisien. Tujuan dari supply chain management adalah mengendalikan dan mengembangkan organisasi melalui prinsip dan proses manajemen, sehingga dalam mengelola proses supply chain dapat menghasilkan produk yang efisien dan efektif. Menurut David Jacoby, terdapat 4 prinsip yang mendasari supply chain management, yaitu:

  • Efisiensi. Apa yang dikerjakan oleh manajemen harus berdasarkan prinsip biaya rendah dan waktu minimum.
  • Reliabilitas. Apa yang dihasilkan selalu konsisten, baik dari segi produk maupun kualitas pelayanan.
  • Fleksibilitas. Apa yang dikerjakan manajemen haruslah ada kelenturan baik dalam aturan maupun dalam kemampuan mengikuti irama permintaan pelanggan.
  • Inovasi. Prinsip inovasi diperlukan karena persaingan di pasar tidak tetap dan terus berubah.

 

Terdapat tiga komponen besar dalam konsep SCM, yaitu:

  • Struktur jaringan. Menentukan siapa saja anggota utama dari rantai pasokan. Biasanya dipilih tingkatan dari manajer sampai level atas atau top manajemen yang dianggap mempunyai hak untuk mengambil keputusan dalam menentukan bisnis.
  • Proses bisnis. Menentukan proses apa saja yang harus dikaitkan dengan setiap anggota dari rantai pasokan. Berisi pemetaan proses apa saja yang dikerjakan dari awal hingga akhir, yaitu:
    • Proses order: total waktu yang digunakan mulai dari pelanggan melakukan pemesanan sampai pelanggan menerima barang.
    • Proses layanan pelanggan: semua pelayanan pelanggan dari sebelum, selama, dan sesudah transaksi penjualan.
    • Proses distribusi: layanan mulai dari pengadaan produk yang diminta pelanggan sampai pengirimannya dan diterimanya produk tersebut oleh pelanggan.
    • Proses pembuatan produk: untuk mengurangi hal-hal atau pekerjaan yang tidak perlu atau tumpang tindih dan mempercepat proses untuk siap dipasarkan.
    • Proses pasokan: proses memilih pemasok, memilih produk, menguji kemampuan pemasok, membangun komitmen, menyetujui bersama agenda kerja dan standar etika, serta menyetujui program pengembangan pemasok.
  • Komponen manajemen. Terdiri dari dua grup besar, yaitu:
    • Komponen struktur: organisasi, perencanaan dan pengendalian, proses distribusi informasi, dan aliran produksi.
    • Komponen perilaku: prinsip manajemen, filosofi pemilik, struktur kekuasaan, struktur penggajian, dan budaya perusahaan.

 

Dalam melaksanakan supply chain management, ada sepuluh proses yang harus dikelola, yaitu:

  • Aliran dan isi informasi. Manajemen harus bisa mengelola informasi dari pihak paling hulu sampai informasi dari pihak paling hilir atau pengguna akhir produk.
  • Produksi. Aliran produksi dari hulu, berupa bahan baku, sampai pengguna akhir.
  • Customer Relationship Management (CRM). Membentuk ikatan emosi antar semua pihak yang terlibat dengan harapan semua berkontribusi melakukan aksi demi tujuan bersama dengan prinsip ‘win-win solution’.
  • Supplier Relationship Management (SRM). Menjalin ikatan emosi antar semua pihak supplier. Konsepnya hampir sama dengan CRM.
  • Customer Service Management (CSM). Mampu memberikan solusi bagi semua pihak yang terlibat. Menjadi juru bicara dan duta besar perusahaan dalam menghadapi pihak di luar perusahaan.
  • Demand Management (DM). SCM mampu mengikuti proses dan aktivitas perusahaan dalam meningkatkan permintaan produk perusahaan.
  • Pemenuhan pesanan. Proses dari mulai munculnya pesanan, diproses, hingga dipenuhi pesanan menjadi tanggung jawab SCM. Harus memenuhi 6R, right goods, right place, right time, right price, right quality, and right quantity.
  • Akuntabilitas. SCM bertanggung jawab mengintegrasikan proses pabrikasi atau pembentukan produk atau jasa dari desain awal sampai diterima pelanggan akhir.
  • Pengembangan produk dan inovasi. SCM juga bertanggung jawab atas proses pengembangan produk sampai tahap dipasarkan.
  • Pengembalian produk. Pengembalian produk karena kesalahan pengiriman, kerusakan barang, atau proses isi ulang, juga merupakan cakupan proses SCM.

 

Referensi:
https://scm.ncsu.edu/scm-articles/article/what-is-supply-chain-management-scm
Prihatmanto, Bambang Haryo. 2018. Supply Chain: Manajemen, Ilmu Pengetahuan, dan Strategi Teori dan Praktik. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo