MENERAPKAN MANAJEMEN RISIKO DALAM ORGANISASI

MENERAPKAN DAN MEMBUDAYAKAN DESIGN THINKING DALAM ORGANISASI
Februari 18, 2019
MENERAPKAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN
Februari 25, 2019

Manajemen risiko adalah proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan untuk meningkatkan probabilitas pencapaian tujuan dan mengurangi dampak merugikan pada suatu kejadian atau bisnis organisasi. Manajemen risiko ini berfungsi untuk mengawal pencapaian tujuan tanpa harus menanggung kerugian yang tidak diinginkan. Perubahan lingkungan bisnis yang susul menyusul membuat organisasi harus lebih waspada terhadap apa yang akan menanti bisnisnya di depan. Berikut adalah beberapa tahapan dalam penerapan manajemen risiko:

  • Komitmen direksi untuk menerapkan manajemen risiko. Direksi harus memiliki kesepakatan mengenai perlunya organisasi menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi atau Integrated Risk Management (IRM).
  • Memilih unit yang bertugas mengembangkan dan menerapkan manajemen risiko. Contoh: menyerahkan manajemen risiko pada direktur keuangan karena dekat dengan urusan keuangan, menyerahkan kepada direktur SDM, atau membentuk unit manajemen risiko sendiri.
  • Membuat manajemen risiko. Setelah memilih unit yang bertugas mengembangkan dan menerapkan manajemen risiko, kemudian unit tersebut dapat membuat pedoman manajemen risiko.
  • Membangun kesadaran pentingnya manajemen risiko. Perlu dibangun dan disosialisasikan kepada karyawan untuk membentuk pola pikir manajemen risiko pada seluruh karyawan.

Setelah memutuskan untuk menerapkan manajemen risiko, perusahaan harus segera melaksanakan manajemen risiko. Langkah-langkah pelaksanaan manajemen risiko adalah sebagai berikut:

  • Register risiko.¬† Pemangku bisnis dan pemangku risiko harus mengenali risiko di unitnya, mengenali apa dan seberapa besar dampaknya.
  • Register risiko dibagikan ke seluruh unit. Register risiko dapat dibagikan di website atau intranet. Setiap unit dapat memberi masukan atau mengoreksi register¬†risiko.
  • Unit manajemen risiko kemudian mengoordinasi dan menyelaraskan manajemen risiko dari seluruh pemangku bisnis. Dengan ini, bisa diidentifikasi risiko tiap unit, divisi, atau direktorat.
  • Menetapkan respon risiko atau mitigasi risiko. Tetapkan bagaimana untuk merespon risiko dari tiap unit setelah diidentifikasi.

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari penerapan manajemen risiko:

  • Mengidentifikasi risiko yang tidak terlihat. Program manajemen risiko yang baik akan membantu mengidentifikasi semua tipe risiko termasuk yang belum dipertimbangkan sebelumnya.
  • Belajar bagaimana mengelola risiko. Program manajemen risiko memungkinkan untuk mengelola risiko lebih baik, termasuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab, tindakan apa yang harus diambil, dan dampak yang diakibatkan.
  • Siap dengan segala kemungkinan. Ketika risiko diidentifikasi dan dianalisa dengan baik, semua kemungkinan yang tidak terduga bisa dimasukkan untuk meminimalkan dampak dari permasalahan.
  • Mengurangi kelalaian. Menerapkan manajemen risiko yang baik menunjukkan Anda tidak lalai dan proaktif dalam merespon risiko.
  • Mengurangi liabilitas. Dengan mendapat pandangan yang lebih luas tentang ganti rugi, asuransi, dan masalah liabilitas, Anda bisa mengurangi liabilitas bisnis dan bisnis Anda tetap menjadi investasi yang menarik.
  • Menambah informasi dalam pembuatan keputusan. Dengan mengetahui risiko yang harus diantisipasi dan bagaimana merencanakan antisipasi, dapat memberikan lebih banyak informasi dalam pembuatan keputusan.

 

Referensi:
Djohanputro, Bramantyo. 2018. Kematangan Manajemen Risiko dan Kinerja Organisasi. Manajemen Mei 2018.
Juwita, Tasya. 2018. Memastikan Kematangan Manajemen Risiko. Manajemen Mei 2018.
https://www.femtechleaders.com/7-benefits-of-formal-risk-management/