MANFAAT DAN CARA PENYUSUNAN HR SCORECARD

CONTOH KPI UNTUK MENGUKUR KINERJA DEPARTEMEN IT
Januari 10, 2019
TIPS UNTUK MENINGKATKAN FOKUS PELANGGAN
Januari 17, 2019

HR Scorecard adalah sebuah cara untuk mengukur dan menampilkan kinerja divisi SDM secara komprehensif yang diselaraskan secara langsung dengan keseluruhan misi, visi dan tujuan perusahaan. Cara ini mengimplementasikan fungsi HR sebagai strategic partner dalam menjalankan bisnis perusahaan. Secara kuantitatif, HR Scorecard menunjukkan kontribusi SDM untuk hasil keuangan perusahaan dan profitabilitas. Melalui penerapan HR Scorecard diharapkan fungsi-fungsi SDM di perusahaan dapat menunjukkan bagaimana aktifitas pengelolaan SDM berdampak langsung pada pencapaian tujuan perusahaan.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun HR Scorecard:

  • Mengidentifikasi kontribusi utama divisi SDM yang berdampak langsung pada kinerja perusahaan.
  • Mengidentifikasi pihak-pihak atau orang-orang yang menjadi customer SDM.
  • Mendefinisikan aktifitas-aktifitas divisi SDM yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan, seperti high talent staffing atau inisiatif-inisiatif untuk program retensi karyawan.
  • Melakukan analisa cost-benefit untuk kegiatan-kegiatan SDM yang berdampak signifikan.

Proses penyusunan HR Scorecard adalah sebagai berikut:

  • Tentukan strategi bisnis
  • Buat garis besar aktivitas value chain dan garis besar peta strategi
  • Identifikasi outcome yang diperlukan secara strategis
  • Identifikasi kompetensi dan perilaku tenaga kerja yang dibutuhkan
  • Identifikasi kebijakan dan aktivitas SDM yang dibutuhkan
  • Buat dan pilih langkah-langkah HR Scorecard
  • Pantau, prediksi dan evaluasi

Beberapa aspek yang dapat dikembangkan dan diukur dalam HR Scorecard antara lain:

  • Biaya SDM, yang diukur dan dilaporkan melalui HR Scorecard termasuk kepatuhan terhadap anggaran, biaya perekrutan staf dan biaya manfaat seperti asuransi kesehatan kelompok. Melacak biaya melalui HR Scorecard memungkinkan manajer untuk merencanakan sasaran dan pengeluaran SDM serta mengendalikan biaya dan menetapkan anggaran yang realistis.
  • Rekrutmen. Tujuan rekrut, posisi lowongan dan waktu untuk mengisi posisi adalah indikator perekrutan yang dilacak dalam HR Scorecard. Informasi ini digunakan manajer untuk melihat seberapa baik SDM dapat memenuhi kebutuhan perusahaan akan personel baru dan memperoleh manfaat dari sumber daya tambahan untuk meningkatkan praktik perekrutan.
  • Turnover adalah tingkat di mana perusahaan mendapatkan dan kehilangan karyawan dan umumnya dibandingkan dengan tingkat turnover industri. Turnover karyawan yang tinggi menunjukkan karyawan tidak bahagia karena masalah seperti lingkungan kerja, kurangnya peluang karir, konflik manajemen atau kompensasi.
  • Penyelarasan dengan Tujuan Korporasi. Praktik HR Scorecard melibatkan aspek finansial dan non finansial seperti mengukur biaya aktual dan data manajemen kinerja. HR Scorecard harus mengukur elemen yang ada dalam tujuan dan strategi perusahaan untuk menjadi alat penyelarasan. Misalnya, jika tujuan utama perusahaan adalah untuk meningkatkan layanan pelanggan di tahun mendatang, pelatihan layanan pelanggan dan staf layanan pelanggan harus menjadi bagian dari HR Scorecard.

 

Referensi:
https://yourbusiness.azcentral.com/hr-score-card-13366.html
https://bizfluent.com/info-7754692-hr-scorecard.html
https://strategichrinc.com/hr_scorecard/