LIMA TIPS PENTING PERSIAPAN INTERVIEW

ESAI SEBAGAI ALAT REKRUTMEN
September 10, 2021
TEORI CHANGE MANAGEMENT
September 20, 2021
Handshake of successful business partners after negotiation and signing new contract

Handshake of successful business partners after negotiation and signing new contract

Penelitian Glassdoor menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan akan menerima hingga 250 resume setiap kali membuka lowongan pekerjaan. Selanjutnya, hanya sekitar empat hingga enam kandidat yang akan lolos ke tahap interview. Setelah bersaing dengan ratusan pelamar lainnya, proses interview menjadi salah satu penentu keberhasilan atau kegagalan kandidat tersebut untuk bergabung dengan perusahaan. Oleh karena itu, proses interview merupakan proses yang paling menegangkan bagi kebanyakan pelamar.

Menurut survei yang dilakukan oleh HarrisPoll dan Everest College di tahun 2013, ada enam kekhawatiran teratas yang dihadapi pelamar saat melakukan interview, yaitu:

  • Terlalu gugup (17%)
  • Overqualified untuk pekerjaan tersebut (15%)
  • Tidak siap dengan pertanyaan yang dilontarkan manajer rekrutmen (15%)
  • Terlambat untuk wawancara (14%)
  • Kurang memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut (11%)
  • Tidak siap untuk wawancara (10%)

Dari enam kekhawatiran tersebut, kurangnya persiapan dapat dijadikan sebagai alasan. Padahal, jika melakukan persiapan yang matang, maka kandidat bisa lebih percaya diri dan siap dalam menjawab pertanyaan pewawancara.

Berikut lima tips yang dapat membantu kandidat dalam mempersiapkan proses interview.

  1. Melakukan riset seputar perusahaan

Saat melakukan riset tentang perusahaan yang dilamar, sebaiknya tidak berpatokan pada satu sumber saja. Riset dapat dilakukan mulai dari website perusahaan, pemberitaan media, hingga testimoni karyawan terdahulu. Riset ini akan membantu menyelaraskan tujuan pribadi dengan nilai-nilai perusahaan, ekspektasi pribadi dengan realita perusahaan, dan kecocokan cara kerja.

Dua hal utama yang harus diperhatikan saat melakukan riset perusahaan:

  • Perusahaan itu sendiri. Yang perlu diketahui adalah tujuan perusahaan, nilai – nilai, dan bidang yang dijalankan perusahaan. Jika memang perusahaan cocok dengan kandidat, maka seharusnya kandidat bisa menunjukkan antusiasme terhadap perusahaan.
  • Panelis wawancara. Penting juga untuk mengetahui dan mengenal siapa saja yang akan menjadi panelis wawancara. Informasi ini bisa didapatkan melalui email undangan rekrutmen, lalu dapat digali lebih lanjut melalui media sosial, seperti Linkedin. Jika tidak dapat menemukan nama pewawancaranya, tidak masalah jika ingin menanyakannya saat interview dengan HRD. Mengenali panelis dapat mempermudah komunikasi saat interview.
  1. Periksa job description dengan cermat

Workpolis menyatakan bahwa 75% pelamar tidak memenuhi kriteria rekrutmen. Padahal, semua persyaratan terpapar jelas dalam pengumuman lowongan pekerjaan. Jika sebuah lowongan tidak memiliki persyaratan dan deskripsi pekerjaan yang jelas, sebaiknya pelamar menanyakannya pada kontak yang dicantumkan. Selanjutnya, cocokkan kualifikasi yang dibutuhkan dengan kualifikasi yang sudah dimiliki. Tonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki dan rencana aksi yang akan diambil untuk memenuhi kualifikasi yang belum dimiliki, seperti menyukai tantangan dan dapat bekerja di bawah tekanan.

  1. Persiapkan menjawab pertanyaan yang umum ditanyakan

Perusahaan memiliki pertanyaan umum yang biasanya ditanyakan saat proses interview. Daftar pertanyaan ini menjaga perusahaan agar tetap objektif saat mewawancarai dan menilai kandidat. Pertanyaan-pertanyaan yang sangat umum dapat dijangkau melalui website. Jika menginginkan pertanyaan yang lebih spesifik tentang peran yang dilamar, jangkau juga orang–orang yang bekerja di perusahaan dan posisi serupa. Kemudian, persiapkan jawaban atas daftar pertanyaan tersebut dalam bentuk kata kunci yang mudah diingat. Tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu yang biasanya digunakan untuk berpikir saat menjawab pertanyaan.

  1. Buatlah daftar kekuatan diri yang sesuai dengan kualifikasi dan kelemahan

Biasanya, pewawancara akan menanyakan perihal kelebihan dan kekurangan. Tidak banyak orang yang dapat langsung menjawab pertanyaan ini jika ditanyakan secara spontan. Persiapkan daftar kelebihan dan kekurangan diri paling banyak tiga kata kunci. Daftar kelebihan dapat diambil melalui keterampilan, sertifikasi, pengalaman, kualifikasi profesional, dan basis pengetahuan. Sedangkan untuk daftar kelemahan, buatlah daftar yang mengacu pada kegagalan masa lalu dan penyebabnya, seperti sikap negatif, kurang cakap, kecenderungan sifat, dan ketidakcocokan saat bekerja dalam tim.

  1. Menjawab pertanyaan menggunakan metode STAR

Saat menemui pertanyaan yang berhubungan dengan pengalaman, gunakan metode STAR. Pewawancara bisa mengunakan metode Behavioral Event Interview (BEI) untuk menggali karakter dan nilai–nilai yang dimiliki. Pastikan untuk tidak ambigu dan tidak berlebihan saat menjawab pertanyaan dengan menggunakan metode STAR, seperti “Masalah itu dapat terselesaikan dengan baik berkat saya,” melainkan, “Masalah itu berhubungan dengan product complain. Jadi saya memberikan solusi ganti rugi menggunakan stok cancel yang memiliki spesifikasi yang mirip. Selain menyelesaikan komplain pelanggan, produk yang terlalu lama di gudang bisa dikeluarkan.”

Meskipun telah mengikuti tips di atas, wajar jika masih merasa gugup, takut, dan bahkan stres. Mengalami emosi–emosi tersebut adalah hal yang manusiawi terutama ketika harus berhadapan dengan orang yang berpotensi dalam penentuan karier Anda. Luangkan waktu dua atau tiga jam sebelum interview untuk menenangkan diri. Setelah melakukan serangkaian tips di atas, apakah Anda sudah siap mengikuti proses interview? Jika iya, maka selamat berjuang dan berikan versi terbaik Anda!

Referensi
https://dspace.uc.ac.id/bitstream/handle/123456789/1301/BAB%203.pdf
https://glints.com/id/lowongan/riset-sebelum-interview-kerja/
https://www.conveyiq.com/blog/your-candidates-are-too-nervous-during-interviews-heres-what-you-can-do-about-it
https://www.glassdoor.com/blog/guide/the-ultimate-job-interview-preparation-guide/
https://www.glassdoor.com/blog/ultimate-interview-prep-checklist/
https://www.indeed.com/career-advice/interviewing/how-to-prepare-for-an-interview
https://www.linkedin.com/pulse/why-do-i-get-so-nervous-during-job-interview-perminus-wainaina
https://www.thebalancecareers.com/how-to-prepare-for-a-job-interview-2061361
https://zety.com/blog/hr-statistics
Tedja, F. W. (2020). People First. Samahita Wirotama.