KESALAHAN UMUM DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN

Setiap orang selalu membuat keputusan setiap hari. Demikian halnya dengan pebisnis saat mereka menjalan kegiatan operasional perusahaannya. Ada saatnya ketika mereka mengalami situasi di mana mereka telah membuat keputusan yang objektif, tetapi ternyata keputusan itu berdasarkan pada asumsi yang salah.

Menghindari hal-hal seperti itu akan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan Anda, yang pada akhirnya berdampak pada kesuksesan menjalankan bisnis Anda. Berikut adalah enam kesalahan pengambilan keputusan yang harus kita hindari:

  1. Kesalahan Identifikasi Masalah

    Dalam kasus tertentu, Anda mungkin mengalami masalah terkait pengambilan keputusan yang rumit. Anda tidak yakin di mana masalah utamanya berada karena penyebab masalah tersebut sulit dipahami. Untuk mengatasi situasi tersebut, lakukan penelitian dan kumpulkan data relevan serta berbagi dengan para staf ahli.

  1. Perasaan emosional

    Ketika Anda marah atau kesal, pembuatan keputusan akan menjadi lebih buruk. Ketika pembuatan keputusan tersebut penting dan Anda berada dalam suasana hati yang buruk, Anda harus menundanya. Berhenti sejenak, tunggu sampai Anda tenang, dan dapat berpikir lebih jernih. Hal ini akan membuat Anda berpikir lebih rasional dan menghindari kesalahan dalam pembuatan keputusan.

  1. Kehilangan uang.

    Kebanyakan keputusan yang dibuat bersifat final atau sulit diubah. Sebagai contoh, katakanlah Anda berinvestasi $1.000 dan membeli saham Facebook. Kemudian harga saham turun menjadi $600 pada hari berikutnya. Fakta bahwa Anda telah mengeluarkan $1.000 pada awalnya tidak relevan dengan situasi yang dihadapi sekarang; Anda sekarang memiliki saham Facebook senilai $600.

    Artinya, begitu keputusan dibuat dan biaya dikeluarkan, tidak ada gunanya berpikir kembali mengenai kedua hal tersebut. Anda sudah meluangkan waktu, mengeluarkan uang, atau bentuk investasi lainnya. Menimbang hal tersebut dalam setiap keputusan di masa depan tidak masuk akal. Jadi, Anda harus menciptakan keputusan baru – tanpa mempertimbangkan biaya yang keluar.

  1. Confirmation bias

    Kesalahan umum lainnya merupakan confirmation bias. Hal ini menghindari Anda untuk memiliki pikiran terbuka dan mengubah pendapat Anda. Ketika Anda memiliki keyakinan kuat, Anda biasanya cenderung mencari informasi yang mengonfirmasi pendapat Anda sambil mengabaikan informasi yang menceritakan fakta sebaliknya.

    Misalnya, jika Anda benar-benar bersemangat tentang produk perangkat lunak baru yang baru saja diintegrasikan ke dalam bisnis Anda, dengan mengambil contoh 10 karyawan sebagai pengguna, Anda mungkin telah memutuskan mengenai kualitas layanan sebelum digunakan. Anda kemudian akan cenderung mendengarkan 3 karyawan yang lebih suka menggunakan perangkat lunak tersebut, tetapi tidak pada yang lain.

  1. Terlalu percaya diri dalam hasilnya.

    Berpikir positif cukup penting dalam pembuatan keputusan. Akan tetapi, Anda tetap harus identifikasi keputusan mana yang termasuk realistis dan dapat dicapai daripada yang terlalu optimis dan tidak realistis.

  1. Halo Effect

    Kesalahan ini artinya ketika Anda menyukai seseorang, Anda cenderung mencari karakteristik positifnya dan menghindari yang negatif. Kesalahan ini mirip dengan confirmation bias, tetapi berorientasi pada kepribadian seseorang.

    Saat Anda melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan, Anda harus menghindari halo effect tersebut karena prasangka yang tidak benar bisa saja terbentuk. Coba bersikap obyektif dalam pengambilan keputusan Anda dan tentukan hal-hal yang menjadi prioritas.

 

Referensi
Rampton, J. (2018). 6 Common decision making blunders that could kill your business. Retrieved from https://www.entrepreneur.com/article/313591
7 Common challenges related to the decision making process in fleets. Retrieved from https://www.transpoco.com/blog/7-common-challenges-related-to-the-decision-making-process-in-fleets

Recommended Posts