GAYA ATAU PERILAKU KOMUNIKASI DALAM DUNIA KERJA

IKIGAI: RAHASIA JEPANG UNTUK KEHIDUPAN YANG PANJANG DAN BAHAGIA
September 2, 2019
MENGELOLA TENAGA KERJA ALTERNATIF BAGI PERUSAHAAN
September 9, 2019

Setiap orang memiliki perilaku atau gaya komunikasi yang berbeda. Perbedaan inilah yang menyebabkan seseorang menyampaikan perasaan, kebutuhan, dan pengalamannya kepada orang lain dengan cara yang berbeda-beda pula. Perilaku atau gaya komunikasi merupakan bentuk psikologis yang mempengaruhi individu dalam mengekspresikan perasaan, kebutuhan, dan pengalaman sebagai pengganti komunikasi yang dilakukan secara langsung dan terbuka.

Secara khusus, perilaku atau gaya komunikasi mengacu pada kecenderungan individu untuk mengungkapkan perasaan, kebutuhan, dan pikiran melalui pesan tidak langsung dan dampak perilaku. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sebagian besar komunikasi yang kita lakukan merupakan komunikasi non verbal.

Pada umumnya terdapat 4 macam perilaku atau gaya komunikasi, yaitu:

  • Komunikasi Pasif adalah gaya komunikasi saat individu lebih banyak mendengarkan orang lain yang mengekspresikan pendapat atau perasaannya dibandingkan dirinya. Tujuan komunikasi pasif adalah untuk menghindari konflik dan konfrontasi, serta mencari rasa aman. Individu yang pasif biasanya memiliki harga diri yang relatif rendah dan kurang dapat berkomunikasi dengan efektif untuk mengenali kebutuhannya sendiri. Individu yang pasif cenderung lebih mempercayai orang lain dibandingkan dengan dirinya sendiri.
  • Komunikasi Agresif adalah gaya komunikasi saat individu mengekspresikan perasaan dan pendapat mereka untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara menyakiti atau melanggar hak-hak orang lain. Tujuan komunikasi agresif untuk mendominasi dan merasa menang, serta membuat orang lain merasa kehilangan. Kemenangan tersebut didapat melalui cara-cara yang negatif, terkadang memalukan, merendahkan, bahkan meremehkan orang lain sehingga komunikan menjadi lemah atau kurang mampu berekspresi hingga mempertahankan kebutuhan dan hak mereka.
  • Komunikasi Pasif-agresif adalah gaya komunikasi yang menggabungkan gaya komunikasi pasif dan komunikasi agresif. Komunikasi pasif-agresif adalah gaya komunikasi yang terlihat pasif namun bertindak dengan cara-cara yang agresif. Mereka yang membangun gaya komunikasi pasif-agresif pada umumnya merasa tidak memiliki kekuasaan.
  • Komunikasi Asertif adalah gaya komunikasi saat individu secara jelas menyatakan pendapat dan perasaan mereka untuk memenuhi kebutuhan dan hak-hak mereka tanpa melanggar hak asasi orang lain. Tujuan dari komunikasi asertif adalah untuk mendapatkan dan memberikan rasa hormat, fair play, dan membuka ruang untuk kompromi ketika hak-hak dan kebutuhannya menemui konflik dengan orang lain.

Komunikasi asertif sangat penting dalam berbagai konteks komunikasi dan memiliki beberapa manfaat bagi siapa saja yang ingin mengasah keterampilan berkomunikasi, antara lain:

  • Membantu menghargai diri sendiri.
  • Mengekspresikan perasaan secara langsung.
  • Memperbaiki hubungan dengan orang lain.
  • Memberikan penghargaan kepada orang lain.
  • Memberikan kritik secara konstruktif dan proporsional.
  • Mengatur keterbatasan yang dimiliki.

Dalam dunia kerja, kita bisa melihat bahwa baik wanita maupun pria menggunakan gaya komunikasi yang berbeda. Pada umumnya wanita cenderung memiliki gaya komunikasi pasif, sedangkan pria cenderung memiliki gaya komunikasi agresif. Untuk memenuhi kebutuhannya, wanita cenderung menggunakan gaya komunikasi pasif-agresif di mana ia merasa tertantang untuk merespons secara agresif, tetapi dengan intonasi atau bahasa yang pasif.

 

Referensi:

https://www.mindtools.com/pages/article/Assertiveness.htm
https://infographicworld.com/communication-styles-workplace/
https://communicationstyles.org/how-to-identify-communication-styles/