ENAM ALASAN MENGAPA CEO GAGAL

BAGAIMANA CEO MERAIH PUNCAK TANPA GELAR
Mei 25, 2020
BAGAIMANA PORTER 5 FORCES MEMBANTU UKM MENGANALISA KOMPETISI
Juni 1, 2020

Banyak perusahaan yang mampu beroperasi dan banyak pula yang tidak bertahan. Ketika sebuah perusahaan gagal atau sedang dalam masalah, pertanyaan yang sering kali muncul adalah: “Mengapa CEO-nya gagal?” Jawaban pertanyaan ini pada umumnya adalah mereka tidak memahami lebih jauh mengenai bisnis yang sedang dijalankan. Tidak hanya itu, kegagalan ini juga disebabkan oleh ketidakmampuan, adanya kekakuan dalam karakteristik kepemimpinan CEO, serta perilaku yang membuat para CEO ragu untuk beradaptasi dengan perubahan. Berikut adalah alasan utama mengapa CEO  mengalami kegagalan:

  1. Keraguan untuk berkembang

    CEO yang sudah lama menjabat kedudukannya cenderung merasa ragu untuk berkembang. Riset yang dilakukan Harvard Business Review menunjukkan bahwa semakin lama seorang pemimpin menjabat dalam kedudukannya, maka semakin rendah indikator return to shareholder-nya. Kenyataannya adalah para CEO yang lebih terbuka dalam menerima perubahan akan menghasilkan pekerjaan yang maksimal.

  1. Kinerja yang buruk

    Pada umumnya, penyebab kinerja buruk CEO adalah ketidakmampuan mereka dalam menanggulangi situasi ekonomi yang terus berubah, contohnya seperti munculnya kompetisi baru, permintaan konsumen yang meningkat, dan adanya digitalisasi. Jadi, seorang CEO berkewajiban untuk membantu karyawan beradaptasi dengan kondisi eksternal perusahaan, menyesuaikan kinerja dengan perkembangan yang sedang terjadi, dan menginspirasi mereka untuk mencapai visi perusahaan.

  1. Adanya skandal

    Skandal muncul karena adanya ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkan perusahaan dan munculnya kejanggalan dalam keuangan perusahaan. Jika perusahaan berada dalam masalah dan citra mereka memburuk di masyarakat akibat adanya skandal tersebut, maka tuduhan utama akan ditujukan kepada CEO perusahaan.

  1. Kurangnya kewaspadaan

    CEO yang telah lama memegang jabatannya cenderung merasa dirinya sudah ahli dan anggota dari direksi perusahaan sebaiknya tetap memerhatikan kinerja mereka. Apalagi jika suatu perusahaan akan menjalankan merger, kebanyakan CEO menjadi kehilangan arah untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Jadi, anggota dari direksi perusahaan berkewajiban untuk mengatur keseimbangan perusahaan dan menegur CEO yang “arogan” karena jabatan dan reputasi mereka.

  1. Respons terhadap stres yang dialami

    Riset Harvard Business Review menunjukkan bahwa seorang CEO mengundurkan diri dari jabatannya setelah enam tahun bekerja di suatu perusahaan. Hal ini terjadi karena ia ditugaskan untuk memajukan perusahaan dengan meningkatkan harga stok tiga kali lipat dalam lima tahun dan mengubah manajemen operasional perusahaan. Di tengah menjalankan kewajibannya, kekacauan mulai terjadi. Tim manajemen mulai tidak produktif, rapat jarang dilaksanakan, dan masalah politik internal perusahaan mulai muncul. Pada akhirnya, CEO tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak mampu menanggulangi masalah yang terjadi dan stres yang dihadapi.

  1. Permasalahan Tim Manajemen Puncak (TMP)

    Permasalahan mulai muncul ketika setiap anggota TMP tidak bekerja dengan tujuan yang selaras, tidak transparan dalam membagi informasi, dan tidak melibatkan semua anggota dalam pembuatan keputusan. Hal ini pada akhirnya akan menyulitkan CEO dan menjatuhkan kinerjanya.

 

Referensi:
Lewinter, H. (2014, August 13). 3 Reasons Why CEOs Fail. Retrieved from https://www.nimble.com/blog/3-reasons-why-ceos-fail/
Jarrett, M. (2018, August 2). Six Reasons CEOs Fail. Retrieved from https://knowledge.insead.edu/leadership-organisations/six-reasons-ceos-fail-9806