MEMBANGUN KREDIBILITAS SEBAGAI SEORANG MANAJER BARU

TAK HANYA BUTUH MANAJER, KARYAWAN MILENIAL JUGA BUTUH MENTOR
May 11, 2020
4 PERTANYAAN DASAR DALAM MENENTUKAN PERENCANAAN STRATEGIS PERSONAL
May 11, 2020

Kredibilitas merupakan elemen integral dari segala manajemen yang sukses, dan dapat disebut sebagai salah satu hal paling krusial yang dibutuhkan sebagai seorang manajer baru. Anda pasti akan berusaha keras untuk membangun kesan pertama yang positif dalam membangun citra diri. Berikut adalah tiga cara dapat membantu membangun kredibilitas kepemimpinan Anda sebagai seorang manajer baru:

  1. Ketahuilah kesanggupan Anda

    Hal ini sangatlah mendasar namun penting. Sebagai manajer baru, Anda tentu tidak harus langsung mengetahui dan menguasai segalanya dengan cepat. Namun, masalah kredibilitas banyak terjadi ketika seorang manajer baru tidak dapat menangani hal-hal teknis untuk jangka waktu yang lama. Hal ini tentunya bukan suatu hal yang baik untuk dipandang apabila Anda ingin mendapatkan rasa hormat dari orang-orang yang bekerja dengan Anda. Maka dari itu, seorang manajer harus bisa beradaptasi dengan situasi, lingkungan kerja, serta senantiasa mengembangkan pengetahuan dan wawasannya.

  1. Temukan dan kembangkan gaya manajemen pribadi Anda sendiri

    Sebagai seorang pemimpin, Anda perlu menemukan keseimbangan antara hubungan kawan Anda dengan rekan kerja dengan otoritas Anda. Jika terlalu banyak persahabatan, Anda akan kurang mendapatkan rasa hormat. Namun apabila terlalu banyak otoritas yang Anda butuhkan, hal tersebut akan memberikan jarak terhadap karyawan Anda. Semua manajer baru harus menemukan gaya yang terasa alami dan nyaman, sehingga memudahkan Anda dalam bekerjasama dengan tim. Manajer yang baik adalah mereka yang datang dalam berbagai bentuk, ukuran dan temperamen.

  1. Bersikaplah adil

    Sangat alami untuk menyukai dan tidak menyukai orang lain. Hal itu akan tampak wajar apabila Anda berada dalam area individual. Akan tetapi, saat Anda memasuki area manajemen, segala jenis favoritisme akan terasa. Akan ada anggota tim yang paling Anda favoritkan dan hal tersebut dapat melemahkan otoritas manajamen. Jika Anda memperlihatkan secara jelas akan adanya favoritisme, maka akan terjadi kecemburuan pada beberapa anggota tim yang tidak menjadi favorit Anda, dan hal ini sangatlah tidak adil.

Proses transisi menjadi manajer baru cenderung lebih menantang daripada transisi menjadi seorang CEO, karena CEO baru biasanya memiliki banyak dukungan institusional, sementara manajer baru dibiarkan berjuang sendiri. Seperti yang telah Anda ketahui, ada tiga langkah nyata yang dapat Anda ambil untuk segera membangun kredibilitas dalam peran baru sebagai manajer. Ketiga langkah di atas merupakan langkah awal yang konstruktif dan dapat membantu Anda untuk memulai diri sebagai manajer baru yang memiliki kredibilitas.