APA YANG DIMAKSUD DENGAN STRATEGY ALIGNMENT?

KESALAHAN UMUM DALAM MEMBUAT BALANCED SCORECARD
September 28, 2020
MANAKAH YANG LEBIH BAIK: MANAJEMEN TOP-DOWN ATAU BOTTOM-UP
October 5, 2020

Memiliki strategi saja tidaklah cukup karena tidak berkontribusi pada kinerja bisnis Anda. Yang memberikan kontribusi adalah menyelaraskan aktivitas kerja Anda dengan tujuan sehingga strategy alignment dibutuhkan dalam perusahaan Anda. Strategy alignment merupakan proses menyelaraskan sebuah sasaran organisasi dan tindakannya agar dapat mendukung pencapaian visi dan tujuan perusahaan.

Organisasi yang selaras akan mengalami 80% peningkatan kinerja. Di balik manfaat organisasi yang selaras, yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana perusahaan kita berhasil menyelaraskan strategi organisasi sampai pada individu?

Tanyakan pada diri Anda:

  1. Seberapa baik kinerja individu dan unit mendukung pencapaian strategi organisasi?

    Langkah pertama adalah mengukur kinerja setiap unit bisnis perusahaan. Anda bisa menggunakan Balanced Scorecard yang merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen. Balanced Scorecard bekerja dengan mengintegrasikan berbagai ukuran yang diturunkan dari strategi perusahaan. Dalam kasus ini, gunakan Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja setiap unit bisnis dan mengintegrasikannya ke empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pertumbuhan dan pembelajaran.

    Kedua, Anda harus mengukur pencapaian setiap individu terlebih dahulu. Anda harus mulai  mengukur pencapaian kerja berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran (hasil kerjanya) dengan persyaratan deskripsi pekerjaan yaitu standar pekerjaan yang telah ditetapkan selama periode tertentu.

  1. Seberapa baik sumber daya organisasi mendukung implementasi strategi bisnis Anda?

    Sumber daya organisasi terdiri dari ketersediaan kompetensi SDM (human capital), ketersediaan sistem informasi (information capital), dan kapabilitas organisasi (organization capital). Pertama, Kompetensi SDM merupakan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan strategi. Kedua, ketersediaan sistem informasi merupakan jaringan, data, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan strategi perusahaan. Ketiga, kapabilitas organisasi merupakan tingkat kompetensi organisasi dalam melengkapi proses perubahan yang dibutuhkan untuk mengeksekusi strategi perusahaan.

    Sumber daya ini digunakan untuk merancang proses bisnis yang diharapkan lebih baik (better), lebih cepat (faster), dan lebih murah (cheaper). Tanpa adanya sumber daya yang disebutkan di atas, maka proses bisnis akan berjalan seperti biasa (as usual) dan pelanggan tidak menangkap nilai tambah. Di sisi lain, perusahaan pesaing atau subtitusi senantiasa memperbaharui proses bisnis mereka sehingga pelanggan bisa menangkap nilai yang mereka tawarkan. Pendayagunaan sumber daya ini harus selaras dengan strategi dan tujuan perusahaan sehingga strategi terimplementasi dan tujuan tercapai.

 

References:
Trevor, J., & Varcoe, B. (2017, October 5). A Simple Way to Test Your Company’s Strategic Alignment. Retrieved from https://hbr.org/2016/05/a-simple-way-to-test-your-companys-strategic-alignment
Tedja, F., W. (2020). PMS: A Handbook of Modern Performance Management System. Surabaya: Samahita Wirotama