CIA MODEL UNTUK MEMBANGUN INOVASI BERKELANJUTAN DALAM PERUSAHAAN

MENERAPKAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN
Februari 25, 2019
MENJADI PEMIMPIN YANG RESONAN DI PERUSAHAAN
Maret 4, 2019

Kemampuan berinovasi secara berkelanjutan tidaklah lahir dengan sendirinya, perusahaan harus membangun sistem inovasi yang holistik dan terpadu. Untuk membangunnya dapat digunakan Corporate Innovation Advancement Model (CIA Model) yang dikenalkan oleh PPM Manajemen, yaitu suatu model yang bertujuan untuk menilai sejauh mana perusahaaan membangun sistem yang terintegrasi sehingga inovasi dapat dikelola untuk menghasilkan keunggulan yang berkelanjutan. Dalam CIA Model kemajuan inovasi perusahaan dibagi ke dalam 4 level, yaitu:

  1. Ad-Hoc innovation. Inovasi bersifat sporadis dan tidak bisa ditebak kapan, di mana, dan pada layanan apa inovasi akan muncul.
  2. Well-planned innovation. Inovasi masih muncul secara sporadis tapi ditangkap oleh perusahaan lalu melakukan perencanaan untuk mengimplementasikannya.
  3. Organized innovation. Inovasi sebagai salah satu pilar pertumbuhan. Perusahaan membentuk unit yang melaksanakan koordinasi inovasi di seluruh perusahaan.
  4. Integrated innovation. Memandang inovasi memiliki fungsi strategis jangka panjang. Perusahaan memiliki cetak biru inovasi jangka panjang, kebijakan yang mendukung, serta sistem informasi yang menjadi enabler pengelolaan inovasi.

 

CIA Model memiliki dua komponen, yaitu:

  • Strategic drivers: komponen dalam organisasi yang mendorong terjadinya inovasi berkelanjutan. Terdapat tiga komponen utama, yaitu:
    1. Fondasi inovasi: landasan organisasi untuk melahirkan sistem inovasi yang kuat. Fondasi sistem inovasi mencakup:
      • Orang: jumlah dan kompetensi yang dimiliki orang dalam perusahaan menentukan apakah suatu perusahaan akan inovatif atau tidak.
      • Kepemimpinan: pemimpin harus memiliki visi inovasi dan membawa keseluruhan karyawan ke arah visi tersebut.
      • Budaya: perusahaan harus membangun budaya yang mendukung inovasi.
    1. Sumber daya inovasi: modal untuk membangun sistem inovasi. Sumber daya untuk membangun sistem inovasi, antara lain:
      • Struktur organisasi: struktur yang cenderung flat akan memudahkan koordinasi dan penempatan koordinator inovasi dalam struktur akan memungkinkan untuk menggerakkan inovasi di semua unit.
      • Jaringan kolaborasi: perusahaan harus membangun jaringan kolaborasi yang luas dan mendayagunakannya untuk menciptakan inovasi.
      • Teknologi digital: penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak bagi perusahaan yang ingin bertahan dalam bisnis.
      • Knowledge management: perusahaan memiliki manajemen pengetahuan yang baik dan mendayagunakannya untuk kepentingan inovasi.
      • Investasi: kuatnya komitmen perusahaan terhadap inovasi tercermin dalam besarnya nilai investasi yang dialokasikan, aksesibilitas dana, dan pendayagunaan dana.

     

    1. Manajemen inovasi: cara sistematis mengelola proses inovasi sehingga relevan, bernilai, dan berkelanjutan. Manajemen inovasi memiliki beberapa komponen, antara lain:
      • Strategi dan kebijakan inovasi: strategi dan kebijakan inovasi harus selaras dengan strategi dan kebijakan bisnis.
      • Analisis: menganalisis data proses dan kondisi pasar saat ini untuk menghasilkan wawasan dalam pengembangan inovasi.
      • Idea generation: perusahaan harus menginisiasi kegiatan yang menghasilkan ide-ide inovasi di seluruh bagian perusahaan.
      • Portofolio inovasi: perusahaan harus mengelola portofolio inovasi dengan mempertimbangkan seluruh aspek perusahaan dan siklus hidup produk.
      • Eksekusi: melaksanakan proses manajemen inovasi dari perencanaan, implementasi, monitoring, hingga evaluasi.

 

  • Strategic results: hasil dari upaya inovasi. Terdapat dua komponen, yaitu:
    1. Dimensi inovasi: menjelaskan jenis inovasi yang dijalankan. Semua jenis inovasi ini perlu dikelola keseimbangannya. Umumnya ada tiga jenis, yaitu:
      • Inovasi produk atau jasa
      • Inovasi proses
      • Inovasi model bisnis
    2. Dampak inovasi dapat diukur dari tiga aspek, yaitu:
      • Kinerja: perusahaan perlu melakukan agregasi semua proyek inovasi dan mengukur dampaknya.
      • Pertumbuhan: pertumbuhan dapat dilihat dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah inovasi.
      • Keberlanjutan: inovasi harus menjadi landasan keberlanjutan perusahaan di masa mendatang.

 

Referensi:
Setyobudi, Wahyu T. 2018. Menanam Bibit Inovasi Berkelanjutan: Corporate Innovation Advancement Model. Manajemen Agustus 2018.
https://ciamodelppm.com/