BERKEMBANG SECARA PRIBADI DAN ORGANISASI DENGAN INDIVIDUAL DEVELOPMENT PLAN

MEMBANGUN KINERJA TIM DENGAN 360O FEEDBACK TOOL
Agustus 2, 2018
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA
Agustus 9, 2018

Individual Development Plan (IDP) atau perencanaan perkembangan pribadi membantu para karyawan dalam perkembangan karir dan pribadi, yang bertujuan untuk membantu mereka mencapai target jangka pendek dan jangka panjang, sekaligus meningkatkan performa dalam pekerjaan. Namun, IDP bukanlah sebuah alat evaluasi atau sebuah aktivitas yang dilakukan sekali saja. Sebaliknya, IDP sebaiknya dipandang sebagai hubungan antara karyawan dan atasan, yang membutuhkan persiapan dan feedback yang berkelanjutan.

Keuntungan IDP bagi perusahaan adalah menyelaraskan pelatihan karyawan dan usaha perkembangan dengan visi, misi, dan tujuan perusahaan itu sendiri. Pengaplikasian IDP meningkatkan pemahaman atasan terhadap karyawannya dalam hal professional goals, kekuatan, dan kebutuhan untuk berkembang, sehingga menghasilkan rencana perkembangan kedepan yang lebih realistis.

Secara teori, tidak ada “cara yang benar” untuk menyusun development plan para karyawan; namun, sebuah perencanaan yang efektif seminimalnya mengandung elemen-elemen kunci berikut:

  • Profil pegawai– nama, jabatan, kantor, jumlah gaji
  • Tujuan dalam karir– tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam karir, disertai dengan perkiraan penyelesaian
  • Tujuan dari perkembangan– berhubungan dengan pekerjaan, visi, misi, dan tujuan perusahaan, serta kebutuhan dan tujuan perkembangan karyawan tersebut
  • Kesempatan pelatihan dan perkembangan– aktivitas di mana karyawan tersebut akan berusaha mencapai tujuan mereka dengan perkiraan waktu penyelesaian, yang bisa berupa: pelatihan formal, pelatihan berbasis internet, penugasan, on-the-job training, program studi pribadi, dan konferensi atau seminar profesional
  • Signatures– tanda tangan karyawan dan atasan, serta tanggal

Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, IDP membutuhkan proses komunikasi dan interaksi yang berkelanjutan antara atasan dan karyawan, yang terdiri dari lima tahapan berikut:

  1. Pre-Planning– persiapan pribadi atasan dan karyawan sebelum pertemuan
  2. Pertemuan antara atasan dan karyawan– mendiskusikan kekuatan, area yang perlu ditingkatkan, ketertarikan, dan goal dari karyawan tersebut, sekaligus kebutuhan perusahaan sebagai organisasi
  3. Persiapan IDP– karyawan menyelesaikan perencanaan perkembangan pribadinya, sambil berkonsultasi dengan atasan
  4. Implementasi– karyawan menjalankan perencanaan
  5. Evaluasi– atasan dan karyawan mengevaluasi manfaat training dan seberapa jauh karyawan berkembang.

Pada awalnya, IDP atau perencanaan perkembangan pribadi memang disusun oleh karyawan dengan bantuan atasan dan perusahaan. Namun pada akhirnya, karyawanlah yang bertanggungjawab atas pelaksanaan dan keberhasilan dari perencanaan tersebut. Jika diterapkan dengan benar dan secara berkelanjutan, IDP akan bermanfaat bagi karyawan dan perusahaan.