BAGAIMANA PORTER 5 FORCES MEMBANTU UKM MENGANALISA KOMPETISI

ENAM ALASAN MENGAPA CEO GAGAL
Mei 28, 2020
PERUBAHAN TEKNOLOGI DI DALAM BISNIS
Juni 4, 2020

Memahami faktor eksternal perusahaan adalah sangat penting karena sering kali faktor eksternal lebih berpengaruh dibandingkan faktor internal. Selain PESTEL, kompetisi dan kekuatan lainnya sangat krusial untuk diperhatikan. Salah satu cara untuk menganalisis kompetisi dan mengerti industri Anda, yaitu dengan menerapkan Porter’s 5 Forces. Porter’s 5 Forces terdiri dari lima kekuatan, yaitu Competitive Rivalry, Threat of New Entrance, Threats of Substitutes, Bargaining Power of Buyers, dan Bargaining Power of Suppliers.

Kelima faktor ini membantu perusahaan untuk menentukan strategi apa yang tepat dan efektif di dalam industri tersebut. Memahami kekuatan kompetisi dan stakeholders lainnya dapat menyediakan kerangka kerja untuk mengatasi kompetisi. Berikut adalah penjelasan tentang kelima kekuatan Porter’s 5 Forces:

  • Competitive Rivalry (Tingkat Persaingan dengan Kompetitor)

    Sekuat apa kompetisi yang ada di dalam pasar? Competitive Rivalry dianggap tinggi ketika ada beberapa bisnis yang menjual barang atau jasa yang sama. Ketika industri sedang bertumbuh, konsumen beralih kepada penawaran pesaing dengan biaya yang lebih kecil. Ini menyebabkan perang pemasaran dan harga terjadi sehingga dapat merusak bisnis.

  • The Threat of New Entrants (Ancaman Pendatang Baru)

    Seberapa susah pendatang baru yang dapat menjadi pesaing bergabung ke dalam pasar? Semakin mudah pesaing untuk masuk ke pasar, semakin besar risiko bagi bisnis yang sudah lama berada di dalam pasar tersebut.

  • The Threat of Substitute (Ancaman Produk Pengganti)

    Seberapa mudah bagi konsumen untuk berganti pada produk atau jasa yang lain? Contohnya, beralih dari membeli sepatu menjadi sandal. Di sinilah jumlah pesaing, perbandingan harga dan kualitas, laba, dan modal diukur.

  • Bargaining Power of Buyers (Daya Tawar Pembeli)

    Seberapa besar kemampuan pembeli untuk meminta harga yang lebih rendah? Konsumen memiliki kemampuan yang besar ketika ada banyak penjual di pasar, namun hanya sedikit pembeli sehingga ini membuat pembeli dengan mudah beralih ke penjual lainnya.

  • Bargaining Power of Suppliers (Daya Tawar Pemasok)

    Seberapa besar kendali pemasok untuk mengatur kenaikan harga yang akhirnya merendahkan laba usaha? Semakin sedikit pemasok yang ada, semakin besar kekuatan yang mereka punya. Bisnis akan jadi lebih baik ketika memiliki bermacam-macam pemasok.

Setelah menyelesaikan analisis dengan Porter’s 5 Forces, perusahaan harus mempertimbangkan strategi demi memiliki competitive advantage. Oleh karena itu, Porter mengidentifikasi tiga strategi generik yang dapat diimplementasi pada industri mana pun, antara lain:

  • Cost Leadership

    Meningkatkan laba dengan mengurangi modal, sementara menjual barang dengan harga yang ditetapkan secara standar.

  • Differentiation

    Memiliki barang yang secara signifikan lebih baik atau unik dibandingkan kompetitor. Hal ini membutuhkan riset dan pengembangan juga penjualan dan pemasaran yang seksama.

  • Fokus

    Implementasi yang sukses mengharuskan perusahaan memilih ceruk pasar untuk menjual barang-barang mereka. Ini membutuhkan pemahaman yang kuat tentang pasar, penjualnya, pembeli dan pesaing.

 

Referensi:
Martin, M. (2019, December 3). Analyzing the Competition with Porter’s Five Forces. Retrieved from https://www.businessnewsdaily.com/5446-porters-five-forces.html