BAGAIMANA CEO MERAIH PUNCAK TANPA GELAR

MENGAPA SEORANG CEO PERLU TERUS BELAJAR?
Mei 21, 2020
ENAM ALASAN MENGAPA CEO GAGAL
Mei 28, 2020

Perusahaan selalu memiliki ekspektasi tinggi terhadap lulusan gelar sarjana dan hal ini akan mengantarkan mereka pada kesalahan dalam merekrut pekerja. Riset Harvard Business Review menunjukkan bahwa memiliki gelar sarjana tidak menjamin bahwa seseorang akan melakukan pekerjaannya dengan baik dan  8% dari CEO yang terlibat sebagai sukarelawan dalam riset ini tidak menyelesaikan sekolahnya. Berikut adalah cara bagaimana CEO tersebut meraih kesuksesan dalam kepemimpinan mereka:

Menjadi orang dalam (Insider) yang terpercaya

89% CEO tanpa gelar sarjana “bertumbuh” dalam industri yang sama di mana mereka menjabat sebagai CEO. Mereka juga menghabiskan 40% waktu bekerja di industri yang mereka inginkan dibandingkan dengan kalangan mereka yang memiliki gelar sarjana. Kedua temuan ini menunjukkan bahwa seorang CEO mampu membangun pengetahuan khusus mengenai industrinya saat mereka mulai menjabat sebagai CEO.

Memiliki pengetahuan dan koneksi luas merupakan wadah kesuksesan CEO yang membuat ketiadaan gelar mereka diabaikan. Pada dasarnya, perusahaan sering kali merekrut orang dalam yang mereka kenal dibandingkan dari luar perusahaan ataupun industri lainnya dan hal ini merupakan kesempatan CEO untuk membangun kepercayaan perusahaan.

Memberikan hasil yang melebihi ekspektasi

CEO yang mencapai kesuksesan tanpa gelar sarjana membiarkan hasil berbicara sendiri. Hal ini berarti mereka selalu menunjukkan hasil pekerjaan yang melebihi sasaran yang ingin dicapai. Hasil pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa mereka dapat diandalkan dan dipercaya oleh perusahaan. Kedua karakteristik tersebut menggandakan peluang mereka untuk direkrut dalam suatu perusahaan.

Menjadi magnet para pekerja

CEO tanpa gelar lebih proaktif mengelilingi diri mereka dengan pekerja yang terampil dan mengandalkan timnya untuk berkontribusi terhadap pekerjaannya. Mereka merupakan seseorang yang rendah hati dan lebih terbuka dalam mengumpulkan gagasan dari bawahannya tanpa melihat status dan kedudukan mereka. Perusahaan dengan CEO yang lebih rendah hati dan terbuka akan berkinerja lebih baik dibandingkan dengan CEO yang memprioritaskan sifat “kemandirian” bawahannya.

Seorang CEO tidak akan luput dari kesulitan saat menjalankan kewajibannya. Walaupun banyak dari mereka yang mengalami kesulitan karena ketiadaan gelar sarjana, tetapi jalur karier yang dipilih akan memberikan pengetahuan dan pelajaran terlepas dari tingkat pendidikan mereka. Secara keseluruhan, para pemimpin akan berkinerja lebih baik jika mereka mempelajari bisnis lebih dalam, berfokus memberikan hasil, dan belajar mengandalkan orang lain.

 

Referensi
Powell, K., R. Botelho, E., L. Tetali, V. (2018, March 5). How CEOs Without College Degrees Got to the Top. Retrieved from https://hbr.org/2018/02/how-ceos-without-college-degrees-got-to-the-top